4 Tips Investasi Dana Haji Menurut Pakar Ekonomi Islam

Beberapa hari yang lalu, masyarakat kita rami sekali membicarakan tentang “Investasi Dana Haji”. Awal mulanya Pak Presiden Joko Widodo tepat pada tanggal 26 Juli lalu melantik Dewan Pengawas dan anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Istana Negara. Pada saat pelantikan itu, Presiden Joko Widodo menyarankan bahwa dana haji harus bisa di Investasikan seperti halnya dengan Negara tetangga Malaysia dan Brunai.

Ada sebab ada akibat, Presiden tidak akan mengatakan hal demikian jika tidak ada sebab yang mendasar, ya mungkin salah satu sebabnya, saat beliau berkunjung ke Malaysia dan Brunai dan menemukan pengelolaan haji yang sangat bermanfaat bagi masyarakatnya, atau sewaktu Raja Salman berkunjung ke Indonesia, lalu beliau membisiki Pak Presiden,

“ Pak sampean kok durung duwe hotel Indonesia sendiri nang tanah suci ?  kok sampean kalah sama Malaysia karo Brunai yang Negaranya hanya seuprit’e Indonesia” ~ hust jangan dibawa serius, ini hanya perkiraan saya saja, dan ya jelas gak mungkin Raja Salman berkata dengan logat  bahasa Jawa seperti itu.

Kembali ke topic, Indonesia patut berbangga diri, karena Indonesia memiliki seorang pakar ekonomi Islam yang sudah menjadi panutan bagi seluruh dunia. Dia adalah Dr. Muhammad Syafii Antonio M.Ec, menjadi satu satunya  perwakilan dari  kawasan Asia Pasifik yang diberi amanat menduduki jabatan dewan komisaris IDB (Islamic Development Bank) atau Bank Islam Dunia. Melalui buah pikir beliau beberapa persoalan ekonomi di Indonesia terkhusus ekonomi Islam terselesaikan. Berikut adalah beberapa ulasan dari kutipan Syafii Antonio mengenai investasi dana haji :

(more…)

Metode Dakwah Wali Songo Sufi Nusantara

Dalam sejarah masuknya Islam ke Nusantara, Walisongo adalah perintis awal dakwah Islam di Indonesia, khususnya di Jawa, yang dipelopori Syeikh Maulana Malik Ibrahim. Walisongo adalah pelopor dan pemimpin dakwah Islam yang berhasil merekrut murid-murid untuk menjalankan dakwah Islam ke seluruh Nusantara sejak abad ke-15. Walisongo terdiri dari sembilan wali; Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Drajat, Sunan Muria, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Kalijaga.
(more…)

Al Qur’an Menjawab


KISAH kemukjizatan Alquran tidak hanya terjadi di zaman Nabi. Saya ingin mengungkapkan dua peristiwa sejarah yang mungkin akan semakin menambah keyakinan kita terhadap keagungan Alquranul Karim.

Ada seorang Mesir yang menjadi dokter spesialis kandungan. Karena nilai ujian akhirnya cum laude, ia diterima menjadi dokter kandungan di Amerika Serikat.Di Amerika, dia berteman dengan seorang dokter nonmuslim yang asli negara superpower itu. Suatu hari, ada kasus dua ibu hampir secara bersamaan melahirkan. Satu bayi berjenis kelamin laki-laki dan satu lagi perempuan.

Karena kelalaian suster, kedua bayi tersebut tidak diberi label nama ibunya. Lalu timbul keributan mana ibu si bayi laki-laki dan mana ibu bayi perempuan.

Kemudian doker Amerika bertanya kepada dokter muslim dari Mesir. ’’Katanya Alquran lengkap. Katanya Alquran siap menjawab semua pertanyaan dunia?”. Ma farratna fil kitabi min syai’ (Tak sedikit pun persoalan dialpakan dari Alquran).

(more…)

Puasa Para Wali

DALAM Alquran kata shiyam disebut delapan kali. Pada surat Al-Baqarah ayat 183, 187, dan 196 dua kali. Surat An-Nisa: 92, Al-Maidah: 89 dan 95 serta surat Al-Mujadalah: 41.

Kata shaum disebut satu kali yaitu di surat Maryam: 26. Kata shaimin disebut satu kali di surat Al-Ahzab: 35. Shaimat disebut satu kali dalam surat Al-Ahzab: 35. Tashumu disebut satu kali dalam Al-Baqarah: 184. Falyashumhu disebut satu kali di Al-Baqarah: 185.

(more…)

Rahasia Lailatul Qadar


LAILATUL qadar punya beberapa pengertian. Pertama, alqodru artinya assyaroofu arrofii (kemuliaan tinggi) atau walqodrul ’aly (kedudukan yang tinggi). Kedua, dari kata taqdir yang artinya ketentuan. Ketiga dari alqodru yang artinya doyyiq atau sempit.

Dikatakan malam mulia karena Allah SWT mengangkat umat Muhammad saw dengan diturunkannya Alquran sebagai way of life, jalan hidup untuk mencapai tingkatan yang tinggi di sisi Allah.
(more…)

There’s no Independence if There’s no Independence Finance

Al kisah disebuah desa cukup jauh dari perkotaan tanah pasundan ada seorang Xue Shi (Pendeta) dari agama Khonghucu yang memliki tujuh orang anak. Pada suatu hari, pendeta tersebut mengumpulkan anak-anaknya pada jam makan siang. “Kalian boleh masuk agama apapun, tapi jangan masuk agama Islam” sang pendeta tersebut berpesan keras kepada tujuh anak-anaknya tersebut. Sontak dari salah satu anaknya ada yang terkejut dengan sikap ayahnya yang melarang untuk masuk ke Islam.  (more…)

Cak Nun : Jangan Cari Uang !

Kembali “Go-Blog”, biar mengikuti isu terkini, dimana salah satu perusahaan ojek online dan ojek pangkalan yang masih saja rusuh, ya yang penting ada kata “Go-“ nya lah 😀 . Semangat Go-Blog memang kalah dengan semangatnya nge (Go)Jek, karena  memiliki latar belakang tujuan yang berbeda. Go-Blog suka rela dan semood hati, namun nge(Go)Jek memang tuntutan hidup, hiks.

Loh., ini yang mau dibahas apa ? ko sampe bahas ojek online, gak nyambung -_-. Aits., masih nyambung ko tulisan kali ini dengan pembahasan ojek online dan ojek pangkalan yang masih rusuh saja. Tahu kah kalian ? sebenarnya apa yang melatar belakangi perpecahan atau peperangan antara ojek online dan ojek pangkalan itu apa sih ? Tarif ! yups bener, masalah tarif, tarif yang dipatok oleh ojek online dinilai menggunakan harga yang murah dari pada tarif ojek pangkalan. Ojek pangkalan merasa pendapatannya berkurang akibat ojek online yang menerapkan tarif bawah, ini permasalahannya.

(more…)

Pak Sekarang Tanggal 25

“Zis, mba dinten niki bapak gajian” (Zis, mba hari ini bapak menerima gaji). Sahutan ibu mengingatkan dipagi hari sebelum aku dan mba ku pergi untuk menuntut ilmu ke sekolah. Wajah kami seketika yang muram karena malu belum bayar SPP, berubah menjadi penuh ceria dan senyum, “besok kita bayar spp” kiranya kalimat itulah yang terbayang dibenak kami. Selain tersenyum ceria karena akan lunasnya biaya sekolah kami, kami di setiap tanggal 25 biasanya akan makan enak berempat di siang atau malam harinya.

 

Ya ditanggal 25 ini lah bapak yang bekerja sebagai buruh di pabrik gula milik Pemerintah mendapatkan upah hasil jerih payah keringatnya dalam satu bulan. Meski sering kali ditengah bulan uangnya sudah habis atau menipis, tapi aku selalu senang dengan datangnya tangal 25. Menurutku ibu pun demikian, sepulang dari pabrik bapak biasa membawa satu karung beras, gula, serta makanan, untuk kebutuhan dapur dan terkadang pula ada pakaian yang diambil dari koperasi karyawan untuk kami kenakan.

Ah masih terngiang rasanya baru kemarin aku, mba, ibu dan bapak menikmati bersama-sama hasil gajian bapak, Tak disangka waktu cepat berlalu, dari jam ke hari, hari ke minggu, minggu ke bulan, bulan ke tahun. Bapak sudah meninggalkan kami dua tahun terakhir dan besok tanggal 31 adalah tepat dua tahun bapak sudah menghadap sang Illahi.

Dua Puluh Lima, ternyata ditanggal itu bukan cuma tanggal gajian Alm Bapak. Seakan menjadi rekarnansi aku pun demikian. Ditanggal 25 lalu, aku yang berkuliah sambil kerja di perusahaan yang bergerak dibidang sosial menerima gaji. Sebulan dengan gaji yang cuma pas-pasan, dan sering kalinya seminggu sudah ludes. Namun, tak menyusutkan aku dari mensyukurinya ditanggal 25 ini. Alhamdulillah dengan gaji dan uang beasiswa yang seadanya, tadi pagi tepat tanggal 26 Januari, dimana tanggal itu pada dua tahun lalu aku pergi ke Semarang guna menebus obat kanker yang bapak derita. Kuniatkan pergi ke pusat elektronik disalah satu mall di kota hujan, Bogor.

Syukur ku ucap, aku merasa senang dengan kembali dapat membeli laptop, yang enam bulan lalu lenyap berpindah tanggan di bus saat menuju Ibu kota Metropolitan, Jakarta. Ya meski mungkin tergolong laptop yang murahan, yang mungkin lavelnya ada dibawah jauh dari teman-teman kelas. Tapi aku tetap bangga, dan bersyukur karena dapat membelinya dari hasil keringat ku sendiri, aku bangga yang dapat membelinya dari hasil upah lembur dua sampai tiga hari full, tanpa tidur, dan terkadang setelah lembur malah tak berangkat kerja dan kuliah karena jatuh sakit.

Bapak, seadainya engku masih didepan mataku, aku ingin menjawab nasihat engkau saat mampir di bunga tidurku waktu itu, sembari mencium tanganmu, menangis dalam pangkuanmu seraya berkata kepada engkau.

“Iya pak, mencari uang itu susah, Azis sekarang merasakannya, betapa lelah, betapa capeknya mencari uang untuk kebutuhan. Terimakasih pak, 18 tahun yang lalu engkau mampu dan mau memberikan nafkah, memberikan sesuap nasi kepadaku kepada semua anggota keluragamu dengan ikhlas. Maafkan anakmu pak, yang dulu suka mengeluh saat makan cuma berlauk tempe, dan kecap saja. Azis cinta bapak”.

(more…)

Dari APBN untuk Terciptanya Generasi Emas Indonesia

Indonesia adalah negara yang besar dengan jumlah penduduk mencapai 253.609.643 juta jiwa. Negara ini menjadi peringkat ke-4 dalam jumlah penduduk paling padat di dunia. Jumlah penduduk yang tinggi, menimbulkan beberapa permasalahan, salah satunya yakni terjadinya ketimpangan sosial. Terkhusus ketimpangan sosial dalam aspek ekonomi, dengan terlihatnya perbedaan jauh antara keuangan orang kaya dengan keuangan orang miskin. Mengapa masyarakat bisa mengalami ketimpangan sosial antara si miskin dan si kaya ? Salah satu faktornya adalah tingkat pendidikan yang rendah.

Menurut Prof. Akhmaloka rektor ITB periode 2010-2014 mengatakan 70 persen SDM Indonesia baru memiliki pendidikan sampai jenjang pendidikan dasar. SDM Indonesia yang memiliki pendidikan menengah sebanyak 22,40 persen, dan untuk perguruan tinggi sebanyak 7,20 persen, sisanya 0,4 persen adalah mereka yang tidak mengenyam pendidikan.

(more…)

Allah ku Telah Mati

Engkau telah wafat

Mati dalam kekalahan diri

Bahkan aku tak segan untuk mengumpat

Sumpah serapah ku hadiri

(more…)

1 2 3 4