Sinau

Metode Dakwah Wali Songo Sufi Nusantara

Dalam sejarah masuknya Islam ke Nusantara, Walisongo adalah perintis awal dakwah Islam di Indonesia, khususnya di Jawa, yang dipelopori Syeikh Maulana Malik Ibrahim. Walisongo adalah pelopor dan pemimpin dakwah Islam yang berhasil merekrut murid-murid untuk menjalankan dakwah Islam ke seluruh Nusantara sejak abad ke-15. Walisongo terdiri dari sembilan wali; Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Drajat, Sunan Muria, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Kalijaga.
(lebih…)

Al Qur’an Menjawab


KISAH kemukjizatan Alquran tidak hanya terjadi di zaman Nabi. Saya ingin mengungkapkan dua peristiwa sejarah yang mungkin akan semakin menambah keyakinan kita terhadap keagungan Alquranul Karim.

Ada seorang Mesir yang menjadi dokter spesialis kandungan. Karena nilai ujian akhirnya cum laude, ia diterima menjadi dokter kandungan di Amerika Serikat.Di Amerika, dia berteman dengan seorang dokter nonmuslim yang asli negara superpower itu. Suatu hari, ada kasus dua ibu hampir secara bersamaan melahirkan. Satu bayi berjenis kelamin laki-laki dan satu lagi perempuan.

Karena kelalaian suster, kedua bayi tersebut tidak diberi label nama ibunya. Lalu timbul keributan mana ibu si bayi laki-laki dan mana ibu bayi perempuan.

Kemudian doker Amerika bertanya kepada dokter muslim dari Mesir. ’’Katanya Alquran lengkap. Katanya Alquran siap menjawab semua pertanyaan dunia?”. Ma farratna fil kitabi min syai’ (Tak sedikit pun persoalan dialpakan dari Alquran).

(lebih…)

Puasa Para Wali

DALAM Alquran kata shiyam disebut delapan kali. Pada surat Al-Baqarah ayat 183, 187, dan 196 dua kali. Surat An-Nisa: 92, Al-Maidah: 89 dan 95 serta surat Al-Mujadalah: 41.

Kata shaum disebut satu kali yaitu di surat Maryam: 26. Kata shaimin disebut satu kali di surat Al-Ahzab: 35. Shaimat disebut satu kali dalam surat Al-Ahzab: 35. Tashumu disebut satu kali dalam Al-Baqarah: 184. Falyashumhu disebut satu kali di Al-Baqarah: 185.

(lebih…)

Rahasia Lailatul Qadar


LAILATUL qadar punya beberapa pengertian. Pertama, alqodru artinya assyaroofu arrofii (kemuliaan tinggi) atau walqodrul ’aly (kedudukan yang tinggi). Kedua, dari kata taqdir yang artinya ketentuan. Ketiga dari alqodru yang artinya doyyiq atau sempit.

Dikatakan malam mulia karena Allah SWT mengangkat umat Muhammad saw dengan diturunkannya Alquran sebagai way of life, jalan hidup untuk mencapai tingkatan yang tinggi di sisi Allah.
(lebih…)

There’s no Independence if There’s no Independence Finance

Al kisah disebuah desa cukup jauh dari perkotaan tanah pasundan ada seorang Xue Shi (Pendeta) dari agama Khonghucu yang memliki tujuh orang anak. Pada suatu hari, pendeta tersebut mengumpulkan anak-anaknya pada jam makan siang. “Kalian boleh masuk agama apapun, tapi jangan masuk agama Islam” sang pendeta tersebut berpesan keras kepada tujuh anak-anaknya tersebut. Sontak dari salah satu anaknya ada yang terkejut dengan sikap ayahnya yang melarang untuk masuk ke Islam.  (lebih…)

Cak Nun : Jangan Cari Uang !

Kembali “Go-Blog”, biar mengikuti isu terkini, dimana salah satu perusahaan ojek online dan ojek pangkalan yang masih saja rusuh, ya yang penting ada kata “Go-“ nya lah 😀 . Semangat Go-Blog memang kalah dengan semangatnya nge (Go)Jek, karena  memiliki latar belakang tujuan yang berbeda. Go-Blog suka rela dan semood hati, namun nge(Go)Jek memang tuntutan hidup, hiks.

Loh., ini yang mau dibahas apa ? ko sampe bahas ojek online, gak nyambung -_-. Aits., masih nyambung ko tulisan kali ini dengan pembahasan ojek online dan ojek pangkalan yang masih rusuh saja. Tahu kah kalian ? sebenarnya apa yang melatar belakangi perpecahan atau peperangan antara ojek online dan ojek pangkalan itu apa sih ? Tarif ! yups bener, masalah tarif, tarif yang dipatok oleh ojek online dinilai menggunakan harga yang murah dari pada tarif ojek pangkalan. Ojek pangkalan merasa pendapatannya berkurang akibat ojek online yang menerapkan tarif bawah, ini permasalahannya.

(lebih…)

Dari APBN untuk Terciptanya Generasi Emas Indonesia

Indonesia adalah negara yang besar dengan jumlah penduduk mencapai 253.609.643 juta jiwa. Negara ini menjadi peringkat ke-4 dalam jumlah penduduk paling padat di dunia. Jumlah penduduk yang tinggi, menimbulkan beberapa permasalahan, salah satunya yakni terjadinya ketimpangan sosial. Terkhusus ketimpangan sosial dalam aspek ekonomi, dengan terlihatnya perbedaan jauh antara keuangan orang kaya dengan keuangan orang miskin. Mengapa masyarakat bisa mengalami ketimpangan sosial antara si miskin dan si kaya ? Salah satu faktornya adalah tingkat pendidikan yang rendah.

Menurut Prof. Akhmaloka rektor ITB periode 2010-2014 mengatakan 70 persen SDM Indonesia baru memiliki pendidikan sampai jenjang pendidikan dasar. SDM Indonesia yang memiliki pendidikan menengah sebanyak 22,40 persen, dan untuk perguruan tinggi sebanyak 7,20 persen, sisanya 0,4 persen adalah mereka yang tidak mengenyam pendidikan.

(lebih…)

Mocopat Syafaat : Sudah Mengalami Perubahan apa ?

Semilir angin malam kota pendidikan, Yogyakarta,  ditemani langit yang cerah bertaburan bintang. Membuka malam pertama dibulan Ramdhan, menjadikan seluruh alam, langit, bumi, serta makhluk hidup didalamnya bertasbih menyambut dengan suka riang bulan yang mulia. Malam yang penuh dengan kebersamaan, penuh dengan persatuan kaum islam di Nusantara, malam ini seluruh ormas islam bersepakat untuk melaksanakan ibadah puasa pada esok harinya.

Rabu malam 17 Juni, Selain keindahan persatuan umat islam, keindahan itu terpancar juga oleh para jamaah maiyah, karena dimalam yang indah ini, acara rutinitas bulanan Mocopat Syafaat diadakan. Bertempat di TKIT Alhamdulillah, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, seluruh penggiat maiyah berkumpul. Maiyah adalah sebutan bagi para jamaahnya Emha Ainun Najib atau sering dipangil dengan nama Cak Nun. Ia adalah salah satu tokoh budayawan di Indonesia yang sangat banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat di bumi pertriwi ini.

Suasana sangat ramai, halaman serta perkarangan milik masyarakat sekitar penuh sesak berjejer rapih motor para jamaah, pedagang atribut Maiyah pun berjejer rapih menjajakan barang dagangannya kepada para jamaah. Tak sampai disitu, anak-anak kecil dengan muka polosnya pun ikut mencari keberkahan dimalam yang penuh keindahan, dengan wajah lugunya mereka menjual koran bekas, untuk alas duduk jamaah.

(lebih…)