wgi16    Saat pertama kali mendapatkan tawaran kopdar #WeGI3Semenku, yang diadakan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Saya sempat terhenyat dalam pikiran, “ko ada yah industry ngedain kopdar komunitas on dan offline ? ditambah temanya Wisata Green Industry, kayaknya mustahil dech ada industry yang ramah akan lingkungan, jangankan ramah ? membuat hijau pun enggak, mustahil” ketus dalam pikiran saya. Karena ditempat saya berasal, Brebes, juga ada indusrty yaitu Pabrik Gula pasir, dimana almarhum ayah saya pernah bekerja di pabrik tersebut. Meskipun bukan pabrik semen, toh sama-sama namanya pabrik, pasti ada cerobong asap nya, ada limbahnya. Di pabrik dekat rumah saya saja, saat masa pengilingan tiba, huuu., kepulan asap disertai debu yang keluar dari cerobongnya sungguh membuat langit cukup tebal, ditambah lagi air limbah yang disalurkan ke sungai- sungai kecil mengalir deras di desaku.

            Demi menjawab rasa penasaran saya, saya memutuskan untuk ikut bergabung dalam acara kopdar #WeGI3Semenku yang diadakan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Sabtu (6/6) lalu.

            Setelah lamanya waktu perjalanan yang saya tempuh, akhirnya tiba lah saya dan rombongan teman-teman dari segala komunitas tiba di Pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang terletak di Tuban. Satu kata yang saya ucapkan seketika “Amazing” ini pabrik atau taman kota ? bersih dan hijau, udaranya pun segar.

            Setelah mengikuti sederat agenda #WeGI3Semenku, saya berhasil menyimpulkan dibalik kehebatan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang membuat kondisi lingkungan sekitar pabrik tetap bersih nan hijau. Apa itu ?  salah satunya adalah teknologi cangihnya, yaa., teknologi cangihlah yang membuat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ramah terhadap lingkungan.

            Penasaran guys apa saja teknologi yang digunakan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ? saya berhasil mencatat Sembilan teknologi cangih yang digunakan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Yuk kita bahas, cek it dot.

wgi19

        1. Electrostatic precipitator sang penagkap debu electrostatic

            Saat melihat cerobong pabriknya, saya sama sekali tak melihat kepulan asap atau debu yang keluar dari cerobong tersebut, padahal mesinnya sedang berjalan. Ko bisa yah ? pikirku. Owalah., ternyata PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengunakan teknologi yang bernama Electrostatic Precipitator (EP). Sehingga debu electrostatic yang keluar, segera ditangkap oleh teknologi tersebut. Electrostatic ini dipasang di raw mill dan cooler dengan efisiensi 99 persen. Hasilnya adalah standar emisi debu maksimal sebesar 3 mg/Nm³ atau jauh dibawah yang dipersyaratkan oleh Pemerintah RI yaitu sebesar 50 mg/Nm³, wuihh., Mantap !

    2. Bag filter 

            Selain EP, ada lagi guys teknologi yang dipasang di cerobong yang besar itu, namanya Bag filter. Bag filter merupakan peralatan teknologi yang berfungsi untuk menangkap debu yang keluar dari mesin pabrik. Pada pabrik yang berada di Tuban IV sendiri, telah dipasang 76 unit bag filter, dengan tujuan kondisi lingkungan dapat terjaga.

     3. Dust emission monitoring dan gas emission analyser

            Eits., tak cukup disitu guys. Masih ada lagi alat yang digunakan untuk menjaga lingkungan sekitar tetap segar dan bersih, yaitu Dust emission monitoring dan gas emission analyser yang bekerja sebagai alat monitoring terhadap emisi debu dan gas. Disetiap stack yang ada di pabrik Tuban IV telah terpasang dust emission monitoring. Sementara itu kusus di stack EP raw mill juga dipasang gas emission monitoring yang dapat memonitor komposisi gas SO₂ dan CO hasil pembakaran. Setiap alat monitoring ini terhubung ke CCR dan selalu terekam 24 jam sehari, sebagai jaminan bahwa komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk selalu menjaga lingkungan sekitar agar tetap segar dan bersih. So, udah gak zamannya lagi ya guys, kalau pabrik mengeluarkan debu dan gas !

     4. Centar control room sebagai pengendali pabrik

            Saat berkeliling melihat cara kerja pabrik memproduksi semen yang tentunya dipandu oleh guide yang ahli dalam bidang produksi. Saya sempat terheran-heran, pasalnya saya melihat banyaknya mesin-mesin besar beroperasi namun jarang sekali yang mengoprasikan mesin tersebut, atau hanya sekedar mengecek / mengontrol kondisi mesin, hampir tidak ada satu pun pegawai yang bekerja didekat mesin. Aneh ? pikirku, dipabrik dimana alharhum ayah saya pernah kerja saja, hampir setiap pojok mesin besar ada yang mengontol atau mengoprasikannya, ko di Semen Indonesia enggak yah ?

            Saya  beranikan bertanya pada guide yang sedang menjelaskan proses produksi semen. Owalah., setelah mendengarkan penjelasan dari guide lulusan ITB itu akhirnya saya mengerti. Jadi, di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk segala produksinya sudah di ataur atau di kontrol didalam satu ruangan yaitu, ruangan Central Control Room, ruang tersebut menjadi ruang pengendalian produski. Jadi jangan heran, pabrik yang terdiri dari bangunan-bangunan yang besar, dan mesin mesin yang super, hanya dikendalikan dalam satu ruangan, sehingga minim operator., keren !

            Oh ya., selain mengartur produksi semen, Central Control Room juga sebagai pemantau kerusakan pabrik, jadi saat pabrik mengalami kendala dibagian teknis cukup dengan melihat di Central Control Room sehingga akan terdeteksi apa kerusakannya, Mantap !

       5. VSD si penghemat listrik

            Setahu saya, yang namanya industry pasti membutuhkan energi listrik yang cukup besar. Apalagi industry PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang pabriknya digadang-gadang adalah pabrik semen dengan kapasitas terbesar produksinya di dunia, pastilah besar energy listrik yang dibutuhkan. Eitss., Namun angapan tersebut tidak berlaku untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, karena PT Semen Indonesia (Persero) Tbk  memiliki teknologi yang bernama Variable Speed Drives (VSD), teknologi ini berfungsi sebagai alat penghemat listrik. Salah satunya adalah terobosan pemakaian teknologi Variable Speed Drives (VSD) pada aplikasi motor fan yang mampu menghemat pemakaian listrik hingga 60 persen. Diharapkan setiap penghematan KWH listrik yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini, dapat tutut serta menyumbang turunnya emisi carbo secara global.

        6. Kiln burner didesain cangih

               Kiln burner didesain untuk dapat digunakan dengan tiga jenis bahan bakar; yaitu industrial diesel oil, low calory pulverized coal dan bahan bakar alternatif (BBA) berupa rice husk. Tipe burner yang dipergunakan adalah duoflex burner dengan kemudahan setting flame (kebutuhan udara primer rendah, momentum tinggi, api pendek dan lebih panas) yang lebih baik sehingga memberikan kemudahan saat operasi peralihan bahan bakar.

        7. Vertical cement mill

                Semen Indonesia Group menjadi pioner di Indonesia yang mengoperasikan vertical cement mill untuk menggiling semen. Keunggulan vertical cement mill adalah normal distribusi kehalusannya lebih rendah sehingga lebih homogen. Vertical cement mill juga memiliki keunggulan konsumsi energi listrik (kwh/ton semen) lebih rendah sehingga mengurangi polusi yang diakibatkan karena pembangkit energi listrik tersebut.

         8. Preheater yang sempurna

               Preheater dengan ILC-calciner-2 string – 4 stage. Peralatan ini akan mengurai sempurna emisi dari kiln terutama gas NOx dan konsumsi tenaga listriknya lebih rendah.

        9. Cooling water jenis close loop circulation

            Sistem ini mencegah terjadinya penguapan air karena tidak langsung kontak dengan udara, sehingga terjadi penghematan air yang berarti terjadi penghematan energi untuk transportasi dan mobilisasinya serta mengurangi penggunaan air, berarti produksi yang lebih ramah lingkungan.

            Kesembilan teknologi cangih diatas, yang berhasil saya catat dalam buku perjalanan saya kali ini. Mungkin masih banyak lagi teknologi yang digunakan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar. Yuk guys ! siapa yang bisa menambahinya lagi ? saya nantikan informasinya ya guys 😉

           Oh ya guys,. masih belum percaya dengan kondisi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang industy nya tidak merusak lingkungan ? oke, saya tambah nich guys, bahwa kisah sukses pengoperasian pabrik di Tuban ini, akhirnya berbuah manis dengan diberikannya penghargaan Proper Emas di tahun  2012 dan 2013 oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai penghargaan tertinggi dibidang lingkungan di Indonesia. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk salah satu dari 12 perusahaan besar di Indonesia yang mendapatkan penghargaan Proper Emas 2013 dari 1.812 perusahaan besar yang dinilai. Tuh kan guys., Kementrian Lingkungan Hidup saja mengakui kalau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ramah lingkungan , masa sih kita enggak ?

wgi2.jpg17

Sumber : www.antaranews.com

                So, sekarang masih berfikir kalau industry semen itu, merusak lingkungan ? tidak peduli dengan lingkungan ? Yuk ach., saatnya kita rubah mandsite kita !, hanya orang-orang kuno, orang-orang kudet lah yang menganggap industry semen merusak lingkungan !. Saya dan teman-teman komunitas lain sudah mengecek kebenarannya, bahwa tak semua industry semen merusak lingkungan. Ada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang menggunakan sembilan teknologi cangih yang pastinya tidak merusak lingkungan 🙂

Informasi selanjutnya, silahkan lihat video di bawah ini :

atau kunjungi : www.semenindonesia.com